Quick Count atau Real Quick Count

Quick Count atau Real Quick Count

187
0
SHARE

Quick Count atau perhitungan cepat merupakan cara tersendiri untuk bisa mendapatkan hasil yang lebih cepat dari prosedur biasanya.Quick Count digunakan oleh lembaga-lembaga survei atau juga partai-partai peserta pemilihan. Cara ini sama halnya seperti survei lainnya yang menggunakan sample data sebagai acuannya. Jadi tidak seluruh data digunakan, hanya sebagian data saja. Tentunya dengan kriteria dan rumusan tertentu.

Namun, dalam hal penerapannya, sering sekali terjadi margin of error yang tidak sedikit. Satu kesalahan perencanaan, bisa menjadikan hasil perhitungan berbeda dengan hasil sebenarnya. Karna memang, quick count bermain dengan statistik.

Pada tingkat lanjutannya, muncul kembali metode perhitungan cepat dengan menggunakan data real. Sebenar-benarnya data diproses untuk menghasilkan suara. misal ada 200.000 pemilih, maka seluruhnya akan didata. Metode ini disebut Real Quick Count (RQC).

Dari segi waktu memang lebih cepat Quick Count (QC) daripada RQC ini. QC sudah dapat dilihat hasilnya 4 jam sebelum RQC.

Berikut adalah perbedaan antara Quick Count dan Real Quick Count (sumber: Nixerco Tech) :

  1. Tidak semua TPS dihitung, hanya sebagian saaja sebagai sampel data. misal dari 3500 TPS yang diambil hanya dari 200 TPS
  2. Penyelenggara biasanya lengkap dengan tim yang disebarkan ke semua sample TPS.
  3. Harga sangat mahal berkisar ratusan juta sampai miliaran, karena sudah termasuk jasa honor utk SDM.
  4. Hasil cepat diketahui sekitar jam 2 siang, karena hanya sedikit data.
  5. Hasil tentu tidak akurat 100% bahkan dibeberapa kejadian seperti di pilkada sumsel dan jatim, data hasil quick count pilkada jawa timur berbeda 180 derajat.
  6. Penyelenggara hanya melaporkan data total, tidak bisa data detail per TPS.
  7. Lebih cocok utk media massa seperti TV dan calon2 peserta pilkada.

Real Count

  1. Target semua TPS dihitung, artinya data adalah 100% dari semua TPS, bukan sample.
  2. Penyelenggara quick count hanya menyediakan software dan tim untuk jaga sistem, sedangkan tim untuk pengiriman data dikirim oleh saksi yang telah ada.
  3. Harga jauh lebih murah karena penyelenggara tdk perlu menyiapkan dan membayar relawan di TPS-TPS
  4. Hasil 100% biasanya selesai malam hari, ini karena tidak semua saksi bisa kirim sms, ada yang telepon atau masalah sinyal hp di desa2.
  5. Hasil lebih akurat karena data dari semua TPS.
  6. Bisa dicetak data per TPS, per kelurahan dan per kecamatan.
  7. Lebih cocok utk calon2 peserta pilkada atau KPU atau Help Desk pemerintah kabupaten/kota atau bisa juga dari kepolisian.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY